|
|
INFORMASI
DAN SISTEM INFORMASI
|
Nama:
|
NIM:
|
|
Fleriyanto
Indra K
|
7772190006
|
|
Sriwarningsih
|
7772190031
|
|
Mifa
Maulida
|
7772190044
|
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PASCASARJANA
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2019
INFORMASI DAN SISTEM
INFORMASI
A.
Informasi
1.
Data
dan Informasi
Perbedaan antara data dan informasi sering menjadi titik
awal untuk memahami sistem informasi. Sebagai tambahan, pengetahuan juga
diikutkan untuk dibahas, mengingat pada saat ini pemakaian sistem pakar yang
berbasiskan pengetahuan telah banyak digunakan. Data adalah deskripsi tentang
benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna atau tidak
berpengaruh secara langsung kepada pemakai.
Informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian sehingga
meningkatkan pengetahuan yang menggunakan data tersebut (MCFadden dkk,1999).
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berati bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat
mendatang (Davis, 1999). Jadi, hal
yang terpenting untuk membedakan informasi dengan data, informasi itu mempunyai
kandungan “makna”, data tidak. Pengertian makna disini merupakan hal yang
sangat penting karena berdasarkan maknalah si penerima dapat memahami informasi
tersebut dan secara lebih jauh dapat menggunakannya untuk menarik suatu
kesimpulan atau bahkan mengambil keputusan.
2.
Informasi
formal dan informal
Sistem informasi formal didasarkan pada anggapan bahwa
dapat mengidentifikasi syarat informasi individual dan dapat menentukan metode
yang menghasilkan informasi dari data untuk memenuhi syarat. Contoh informasi
informal mencakup syarat legal, legislasi pemerintahan, kontrak gabungan,
prosedur akutansi. Cek gaji, faktur, pengembalian tiket, merupakan contoh
informasi formal (Mulyati, 2011).
3.
Ciri-ciri
informasi
Banyak ciri atau kualitas berhubungan dengan konsep
informasi yang membantu dalam mengidentifikasi dan menggambarkan syarat
informasi khusus.
Adapun
ciri-ciri dari informasi adalah sebagai berikut:
a. Tepat
waktu (timely)
Penerimaan
informasi dalam kerangka waktu yang diperlukan oleh penerima
b. Ketelitian
(Precision)
Pengukuran
secara rinci digunakan dalam menentukan informasi
c. Ketepatan
(accuracy)
Derajat
ketiadaan kesalahan dalam informasi
d. Mampu
memenuhi syarat (Quantifiable)
Kemampuan
untuk menyatakan informasi secara numeric
e. Mampu
menguji (Verifiable)
Derajat
consensus yang dicapai di antara berbagai pengguna yang menguji informasi yang
sama
f. Dapat
memperoleh (Accessible)
Aman
dan cepat yang mana informasi dapat diperoleh
g. Kebebasan
dari bias (freedom from Bias)
Ketiadaan
maksud untuk mengubah atau memodifikasi informasi untuk mempengaruhi penerima
h. Komprehensif
(Comprehensive)
Kelengkapan
informasi
i. Kelayakan
(Appropriateness)
Bagaimana
baiknya informasi berhubungan dengan kebutuhan pengguna
j. Kejelasan
(Clarity)
Derajat
untuk mana informasi bebas dari kemenduaan
(Mulyati,
2011)
4.
Kualitas
Informasi
Faktor Utama Kualitas Informasi :
a. Relevansi
how
is the message used for problem solving (decision masking)?”
b. Akurasi
1. Lengkap
(completeness)
“Are necessary message items present ?”
2. Benar
(correctness)
“Are message items correct ?”
3. Aman
(secure)
“Did the message reach all or only the intended
systems users ?“
c. Tepat
Waktu (timelines)
“How
quickly is input transformed to correct output?”
Kualitas
Informasi
Faktor Lain :
a.
Ekonomis
(Economy).
“What
level of resources is needed to move information through the problem-solving
cycle?”
Seberapa
besar sumber daya yang diperlukan untuk mentransformasikan informasi menjadi
komponen yang berperan dalam pemecahan suatu masalah.
b.
Efisien
(Efficiency).
Informasi
akan memiliki kualitas yang baik jika informasi tersebut memiliki efisiensi,
yang berarti bahwa informasi tersebut tepat guna bagi pemakainya.
c.
Dapat
dipercaya (Reliability).
Berasal
dari sumber yang dapat dipercaya.
(Wahyono, 2013)
5. Siklus Informasi
1.
Dasar Data
2.
Proses (Model)
3.
Output (Informasi)
4.
Penerima
5.
KeputusanTindakan
6.
HasilTindakan
7.
Data (Ditangkap)
8.
Input (Data)
(Yakub,
2012)
6.
Nilai
Informasi
a. Nilai
suatu informasi berhubungan dengan keputusan. Hal ini berati bahwa bila tidak
ada pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak diperlukan.
b. Parameter
untuk mengukur nilai sebuah informasi tersebut, ditentukan dari Manfaat (use
atau benefit) dan Biaya (cost).
c. Suatu
informasi dikatakan bernilai bila : Manfaat
> biaya
d. Sebagian
besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan uang, tetapi
dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
(Wahyono, 2013)
7.
Karakteristik
Data dan Informasi
a.
Tipe Data
Ada bermacam-macam tipe data yang masing-masing tipe data
memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tipe data terformat cocok
untuk menyimpan informasi seperti tanggal dan jam masuk karyawan (format
tanggal dan format jam). Tipe data teks cocok untuk menyatakan data yang
panjang semacam biografi singkat seseorang. Tipe data suara dapat digunakan
untuk menyatakan bunyi-bunyian. Data video dapat digunakan untuk merekam
tentang suatu aktivitas atau kejadian.
b.
Akurasi
dan Persisi
Istilah akurasi (accuracy) dan presisi (precise) sering
kali tidak dibedakan. Bahkan dalam kamus Oxford, kedua istilah ini dianggap
sama. Akurasi menyatakan derajat kebenaran terhadap informasi dan menentukan
kehandalan atau reliabilitas informasi.Informasi yang benar-benar bebas dari
kesalahan dikatakan sangat akurat. Adapun presisi berkaitan dengan tingkat
kerincian suatu informasi. Untuk data bilangan,ukuran akurasi berupa tingkat
kesalahan, sedangkan ukuran kepresisian dinyatakan dengan jumlah digit yang
signifikan. Pada komputer bilangan real dengan kepresisian tinggi dinyatakan
dalam 16 digit. Jika anda menyatakan bilangan dengan kepresisian 18 digit
berati ada dua digit yang tidak benar.
c.
Usia
dan Rentang Waktu
Karakteristik informasi yang berkaitan dengan waktu
adalah uaia informasi (age), ketepatan waktu (timeliness) dan rentang waktu
(time horizon). Usia informasi
menyatakan lama waktu sejak informasi dihasilkan hingga saat sekarang. Usia
informasi mudah diketahui jika informasi yang dihasilkan berdasarkan laporan
internal, namun kalau laporan yang dihasilkan oleh pihak eksternal, usia yang
pasti ada sulit diketahui. Ada dua
aspek yang mempengaruhi usia informasi, yaitu interval dan keterlambatan. Informasi
sering kali dihasilkan secara periodik, misalnya menurut skala
harian,mingguan,bulanan dan sebagainya, skala ini biasa disebut interval.
Adapun keterlambatan (delay) adalah lamanya waktu berlalu setelah akhir
interval sampai informasi tersebut berada
ditangan penerima. Ketepatan waktu
(timeliness) menyatakan usia data yang sesuai dengan upaya pengambilan
keputusan. Artinya informasi tersebut tidak usang/kedaluwarsa ketika sampai ke
penerimanya, sehingga masih ada waktu untuk menggunakan informasi tersebut
sebagai bahan pengambilan keputusan. Rentang waktu (time horizon) menyatakan
selang waktu yang digunakan untuk mencakup data. Dalam hal ini, rentang waktu
dapat beroperasi dimasa lalu,masa sekarang atau masa mendatang.
d.
Tingkat
keringkasan dan kelengkapan
Kadangkala informasi yang terlalu detail tidak memberikan
hasil yang lebih baik, tetapi malah sebaliknya, karena informasi semakin sulit
untuk diserap dan dipahami. Istilah informasi overload atau informasi yang
berlebihan merupakan istilah yang ditujukan untuk menyatakan adanya informasi
yang melimpah ruah dan membingungkan. Pada keadaan seperti ini ada kemungkinan
penerima informasi mengabaikan informasi yang formal dan berganti menggunakan
petunjuk-petunjuk tak formal dalam pengambilan keputusannya. Akibatnya
keputusan sangat beresiko. Oleh karena itu sering kali informasi yang rinci
perlu dikemas dalam bentuk yang lebih ringkas berupa ringkasan atau ikhtisar.
e.
Kemudahan Akses
Agar informasi bisa diterima oleh pemakai dengan lancar,
kemudahan akses terhadap informasi harus terjamin. Oleh karena itu pihak-pihak
yang berkompenten dengan informasi biasanya dilengkapi dengan komputer pribadi
(PC) yang terhubung ke server, yang menyimpan data untuk memudahkan pengaksesan informasi.
f.
Sumber
Sumber informasi dapat bersifat internal atau eksternal.
Sumber internal berasal dari perusahaan itu sendiri, dan sumber data eksternal
berasal dari lingkungan. Sumber informasi juga bisa bersifat formal dan
informal. Sumber data formal diperoleh melalui system informasi,dokumen-dokumen
yang dipublikasikan dan hasil pertemuan resmi, sedangkan informal diperoleh
karena ada perbincangan tak resmi.
g.
Relevansi
dan nilai
Relevansi berati bahwa informasi benar-benar memberikan
manfaat bagi pemakainya. Tentu saja relevansi informasi untuk setiap pemakai
berbeda-beda. Nilai Informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal
yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi lebih bernilai
kalau manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya.
h.
Kualitas Informasi
Istilah kualitas informasi (quality of information)
terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik. Kualitas informasi
sering diukur berdasarkan :
1. Relevansi
2. Ketepatan Waktu
3. Keakurasian.
(Yakub,
2012)
B.
Sistem
informasi
1.
Pengertian Sistem
Sistem menurut McLeod yang dikutip (2010:34) dalam
bukunya yang berjudul “Management
Information System” adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi
dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan. Menurut Satzinger, Jackson, dan
Burd (2010:6) sistem merupakan sekumpulan komponen yang saling berhubungan dan
bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Bedasarkan kedua pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian
sebuah sistem adalah sekumpulan elemen yang terintegasi dan bekerja bersama
guna mencapai suatu tujuan tertentu.
2.
Pengertian Informasi
Informasi menurut McLeod (2010:35) merupakan data yang
telah diproses atau memiliki arti. Adapun karakteristik penting yang harus
dimiliki oleh informasi, seperti: relevansi, akurat , ketepatan waktu, dan
kelengkapan.
3.
Pengertian
Sistem Informasi
Menurut Laudon (2012:16) sistem informasi adalah
komponen-komponen yang saling berkaitan yang bekerja bersama-sama untuk
mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menampilkan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan, koordinasi, pengaturan, analisa, dan visualisasi pada
sebuah organisasi.
Menurut Whitten, Bentley, dan Ditman (2009:10) sistem
informasi adalah pengaturan orang, data, proses, dan informasi (TI) atau
teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan,
dan menyediakan sebagai output informasi
yang diperlukan untuk mendukung sebuah intansi atau organisasi. Menurut O’Brien
(2010:34) mengatakan bahwa komponen Sistem Informasi terbagi atas beberapa hal,
yaitu:
a. Sumber
daya data (sebagai data dan pengetahuan).
b. Sumber
daya Manusia (sebagai pemakai akhir dan ahli SI).
c. Sumber
daya software (sebagai program dan prosedur).
d. Sumber
daya hardware (mesin dan media).
e. Sumber
daya jaringan (sebagai media komunikasi dan dukungan jaringan).
Berdasarkan dari pernyataan di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa Sistem informasi merupakan suatu sistem yang mempunyai
kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan
berbagai media untuk menampilkan informasi.
Dalam
suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti
a. Perangkat
keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer dan printer
b. Perangkat
lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan
perangkat keras untuk dapat memproses data
c. Prosedur
: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan
pembangkitan keluaran yang dikehendaki
d. Orang
: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi,
pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi
e. Basis
data (database) : sekumpulan table ,hubungan dan lain-lain yang berkaitan
dengan penyimpan data.
f. Jaringan
komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan sesumber
(resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
Sistem
informasi manajemen mengandung arti sekumpulan orang, seperangkat pedoman dan
pemilihan peralatan pengolahan data, menyimpan, mengolah dan memakai data untuk
mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan dengan memberikan
informasi kepada manajer agar dapat dimanfaatkan pada waktunya secara efisien (Hadi, 2011).
Pengertian
sistem informasi manajemen pendidikan menurut para ahli, sebagai berikut:
a. Menurut
Gordon B. Davis mendifinisikan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan
sebuah sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen dan
proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
b. Menurut
Soetedjo Moeljodihardjo mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen yaitu suatu
metode yang menghasilkan informasi yang tepat waktu (timely) bagi manajemen tentang lingkungan eksternal dan operasi
internal sebuah organisasi, dengan tujuan untuk menunjang pengambilan keputusan
dalam rangka memperbaiki perencanaan dan pengendalian
(Taufiq, 2013: 58).
Menurut Komarudin, Sistem Informasi Manajemen adalah
suatu sistem informasi yang memungkinkan pimpinan organisasi mendapatkan
informasi dengan kuantitas dan kualitas yang tepat untuk dipergunakan dalam
proses pengambilan keputusan.
a. Menurut
Robert W. Holmes, Sistem Informasi Manajemen dalah sistem yang dirancang untuk
menyajikan informasi pilihan yang berorientasi kepada keputusan yang diperlukan
oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, dan menilai aktivitas organisasi
yang dirancang dalam kerangaka kerja yang menitikberatkan pada perencanaan
keuntungan, perencanaan penampilan, dan pengawasan pada semua tahap.
c. Menurut
Raymond McLeod, Jr. mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen yaitu sebuah
sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi untuk kebutuhan bagi pemakainya. Menurut Jomes A.F. Stoner,
Sistem Informasi Manajemen yaitu metode yang formal yang menyediakan bagi pihak
manajemen sebuah informasi yang tepat waktu, dapat dipercaya, untuk mendukung
proses pengambilan keputusan bagi perencanaan, pengawasan, dan fungsi operasi
sebuah organisasi yang lebih efektif.
Dari
definisi di atas maka dapat disimpulkan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
adalah perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi
untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka
mendukung proses pengambilan keputusan dalam bidang pendidikan (Rochaety, 2005:
12).
SIM
Pendidikan merupakan sistem informasi yang berfungsi untuk mengelola informasi
pendidikan. Keterlibatan SIM pendidikan salah satunya adalah uantuk menunjang
efisiensi dan efektifitas kegiatan dan layanan pendidikan. SIM pendidikan
bertujuan untuk meningkatkan kelancaran aliran informasi, kontrol kualitas, dan
kerjasama dengan pihak lain. Penerapan SIM pendidikan harus seimbang antara infrastruktur teknologi informasi
yang tersedia dengan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya organisasi
lainnya (Yakub, 2014: 59).
4.
Komponen
Sistem Informasi
Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan
yaitu :
blok
masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok
kendali (keamanan). Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang
lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
a. Blok
masukan
Mewakili
data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk
memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
b. Blok
model
Terdiri
dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis
data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c. Blok
keluaran
Produk
dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.
d. Blok
teknologi
kotak
alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian
utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan
membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data,
spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa
aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa
teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti
: keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat
menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi
pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan
untuk menyimpan data seperti : magnetic tape, magnetik disk, CD) dan teknologi
telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti
internet dan ATM)
e. Blok
basis data
Kumpulan
dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar
dapat diakses dengan mudah dan cepat.
f. Blok
kendali
Pengendalian
perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat
langsung diatasi.
Ciri utama sistem informasi adalah distribusi dan interaksi basis data.
Sistem informasi merupakan kesatuan elemen yang tersebar dan saling
berinteraksi yang menciptakan informasi. Proses interaksi tersebut berupa
proses data dengan cara pemasukan, pengolahan, integrasi, pengolahan, komputasi
atau perhitungan, penyimpanan, serta distribusi data atau informasi.
Perlu dibedakan antara data dan informasi. Data merupakan fakta yang ada
dan melekat pada suatu obyek seperti nilai, ukuran, berat, luas, dan
sebagainya. Sedangkan informasi merupakan pengetahuan tambahan yang diperoleh
setelah dilakukan pemrosesan dari data tersebut. Nilai suatu informasi amat
bergantung dari pengetahuan yang dimiliki oleh pengguna.
Dengan kata lain informasi merupakan sekumpulan data yang relevan dan
berkaitan (sesuai dengan tingkatan validitas dan reliabilitasnya), yang diolah
dan diproses menjadi bentuk yang mudah dipahami, disukai, dan mudah diakses.
Pengguna bebas memanfaatkan informasi sebagai pengetahuan, dasar perencanaan,
landasan pengambilan keputusan, sampai kepada hal yang sederhana seperti
hiburan.
Komponen dan Komunikasi Basis Data :
Data dari hasil pengamatan dan pengukuran. Input data menggunakan terminal
komputer interaktif, scanners, maupun data yang sudah ada dari media
electronik, magnetik, dan optik.
Penampilan data melalui layar monitor, printer, plotter, dan media
penyimpanan seperti media penyimpanan magnetik, elektronik, dan optik.
Data output berupa angka, gambar, tabel, dan tulisan.
Data output berupa angka, gambar, tabel, dan tulisan.
Komunikasi Basis Data mempunyai unsur:
1. Brainware (manusia)
2. Data
3. Hardware (perangkat keras komputer berikut kelengkapan pendukungnya)
4. Software (perangkat lunak)
2) Ciri-Ciri SIstem Informasi antara Lain:
1.
Berorientasi pada kepentingan manajemen organisasi
2.
Perancangan dan operasionalisasinya berdasarkan arahan manajemen
3.
Program SIM terpadu dengan program lain
4.
Menggunakan jaringan dan alur data yang standar
5. SIM
mencakup perencanaan menyeluruh dari organisasi
6. SIM
menggunakan kerangka konsep sub sistem untuk persoalan manajemen
7.
Menggunakan database terpusat dan terpadu
8.
Untuk meningkatkan kualitas SIM, seharusnya didukung oleh sistem komputer
5.
Alat
pengolahan dalam sistem informasi
a. Otak
Otak
manusia sangat berperan dalam mengolah rangsangan yang tertangkap oleh
indranya.
Mengolah
rangsangan/menginterpretasikan/mempersepsikan akan menghasilkan suatu fakta.
Otak manusia memiliki 2 macam memori: memori jangka pendek dan memori jangka
panjang.
b. Manual
Sejak
jaman primitive manusia telah menggunakan alat bantu manual (untuk mengolah dan
mengingat sesuatu), mulai dari menulis di batu dsb, sampai kemudian ditemukan
pena dan kertas, abacus/sempoa, dsb.
c. Mekanik
Muncul
dari kebutuhan untuk membuat sesuatu dengan lebih cepat dan rapi, missal mesin
tik, mesin penjumlah mekanik.
d. Elektrik
Hampir
sama dengan mekanik, yang berbeda adalah tenaga penggerakannya menggunakan
listrik, missal telegraph.
e. Elektronik
Pengembangan
peralatan elektrik dengan kelebih lebih efesien, efektif. Pengolahan datanya
disebut sebagai elektronik data processing. Contohnya computer, IAS, sampai PC
dan notebook/laptop, palmtop, PDA, dsb.
(Furqon,
2010)
6.
Perkembangan Sistem
Informasi
Pentingnya sistem informasi dan perkembangannya dapat
dilihat dalam banyak kecenderungan berbeda selama 10 sampai 20 tahun terakhir
ini. Timbulnya dan pertumbuhan perusahaan tercakup dalam perkembangan teknologi
informasi sebagian besar jelas. Dalam sebagian besar organisasi lain, pertumbuhan
ini dicerminkan oleh pertumbuhan pemrosesan data dan departemen sistem
informasi. Meningkatnya sejumlah publikasi, jurnal dan texbooks, dirangkaikan
dengan sumbangan pelajaran juga di fakultas dan universitas, menyatakan
tambahan kesaksian terhadap pentingnya sistem informasi meningkat.
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa sistem informasi
ditelaah sebagai suatu deretan blok bangunan yang menyajikan komponen desain
dan permintaan. Dengan menentukan nilai khusus untuk masing-masing blok, kita
mampu untuk menganalisis atau mendesain setiap sistem informasi. Bagimana
membuat salah satu menentukan nilai khusus ini dalam suatu setting organisasi
disebut “Metodologi perkembangan
sistem.” Di sini kita mendiskusikan kebutuhan untuk suatu
metodologi perkembangan sistem informasi dalam organisasi modem, menentukan
suatu telaah untuk penyajian metodologi, dan menguji peranan analist sistem
dalam metodologi ini.
a.
Suatu Prespektif Projek
Organisasi
terdiri dari banyak sumber. Ada sumber yang nyata seperti tanah, mesin,
material, alat, orang, dan uang. Ada juga sumber yang tidak nyata seperti merk
dagang, paten, hak cipta, proses pabrik, level keterampilan dari suatu
kemampuan kerja, dan informasi. Malahan, informasi dan sistem informasi
merupakan sumber yang berhubungan dengan organisasi yang dapat dinilai.
Sumber
yang nyata dan tidak nyata, keduanya-duanya memiliki nilai dan biaya yang
berhubugan satu dengan yang lainnya. Umumnya, apabila kita memperoleh atau
mengembangkan sumber, kita lebih suka tidak mengeluarkan biaya lebih besar dari
nilai yang kita terima. Untuk menjamin bahwa sumber yang diperoleh atau
dikembangkan secara efisien dan secara efektif, banyak organisasi menggunakan
suatu konsep projek.
Projek adalah
kesatuan logis yang memiliki permulaan dan akhir khusus. Konsep projek
merupakan suatu teknik atau alat manajemen yang berguna. Di samping merupakan
suatu cara yang efisien dan efektif untuk mengelola perubahan, banyak
keuntungan lain bertambah bagi pengguna konsep projek apabila memperoleh, memodifikasi,
atau mengembangkan sumber. Konsep projek membolehkan semua biaya dan keuntungan
yang berkaitan dengan kemahiran, modifikasi, atau perkembangan suatu sumber
untuk diidentifikasi dan digambarkan dalam istilah moneter. Ini membolehkan
manajemen untuk menentukan tidak hanya jika projek khusus adalah biaya/efektif,
tetapi ia membolehkan mereka untuk membandingkan biaya/ keefektifan dari semua
projek yang diusulkan untuk menentukan prioritas yang berkaitan dengan
organisasi. Sehingga, konsep projek secara langsung mendukung tanggung jawab
manajemen klasikal untuk sumber-sumber langka.
Penggunaan
konsep projek yang membolehkan dan menganjurkan berbagai sumber yang berkaitan
dengan organisasi yang secara normal atau secara rutin bertanggung jawab
terhadap unit administrarif berbeda dalam organisasi. Ini secara khusus benar
dalam hal keterampilan personel seperti rekayasa, finansial, teknis, dan
manajemen. Selain itu, konsep projek yang membolehkan manajemen membagi lagi
aktivitas kompleks ke dalam aktivitas kecil, sederhana, dan rangkap yang dapat
direncanakan dan diawasi secara efektif. Kehidupan singkat secara relatif dari
suatu projek, seperti dibedakan dengan tujuan organisasi terus-menerus,
menentukan tujuan dan sasaran yang dapat dicapai. Sebenarnya, perkembangan dan
evaluasi projek dapat digambarkan sebagai suatu tugas penting dari setiap
manajemen organisasi. Sedangkan pengunaan konsep projek asli dipopulerkan dalam
perkembangan sumber daya yang nyata (yaitu, mengkons- truksi fasilitas baru) ia
membuktikan manfaat yang baik dalam perkembangan sumber yang tidak nyata
(yaitu, implementasi dari suatu pabrik baru, revisi dari suatu strategi
pemasaran, penggabungan dari manfaat menggusur karyawan baru) juga.
Perkembangan dan modifikasi sistem informasi membuat penggunaan yang baik
konsep projek.
b. Lingkaran
Kehidupan Perkembangan Sistem
Seperti
setiap sumber lain, suatu sistem informasi harus dikembangkan dan dipertahankan
untuk memenuhi syarat dari organisasi yang membantunya. Sebagaimana pabrik
harus dimodernisasi, bangunan harus direnovasi, dan kapal harus dilengkapi
lagi, juga harus sistem informasi dimodifikasi untuk memenuhi kondisi perubahan
secara kontinyu. Contoh sederhana yang banyak tepat bahwa pengaruh yang kuat
suatu organisasi dan sistem informasi adalah: Produk baru dikembangkan secara
rutin; fasilitas produksi lama ditetapkan dengan fasilitas baru; struktur
manajemen baru dan filosofi diperkenalkan secara periodik; pengadaan syarat
pemerintahan dirubah dan dipaksakan yang baru; suatu komputer baru; volume
penjualan meningkat, dst.nya.
Modifikasi
yang dibutuhkan dan diinginkan untuk suatu sistem informasi untuk alasan apapun
adalah kontinyu. Di mana modifikasi ini minor dianggap sebagai biaya hidup dan
untuk sistem dan secara rutin tergabung dalam aktivitas organisasi dari hari ke
hari. Bagaimanapun, modifikasi atau peningkatan baru terhadap pengeluaran besar
membutuhkan sistem dari waktu, usaha, dan uang sering ditelaah sebagai suatu
projek.
Suatu
lingkaran kehidupan projek lima-fase diadaptasi untuk suatu perkembangan sistem
informasi adalah sebagai berikut:
(1)
Analisis Sistem meliputi:
a.
Definisi masalah/kebu- tuhan pengguna
b.
Skop sistem
c.
Mengumpulkan fakta- fakta studi sistem
d.
Menganalisis fakta- fakta studi
(2) Desain Sistem Umum
meliputi:
a. Desain luas dari blok
desain
b.
Penyajian berbagai alternatif desain untuk pertimbangan pengguna
(3)
Evaluasi dan Justifikasi Sistem
meliputi:
a.
Pengaruh yang kuat karyawan
b:
Analisis biaya/keefektivan untuk menentukan alternatif desain sistem dengan
keaktivan besar/ rasio ' biaya.
(4) Desain Sistem Rinci
meliputi:
a.
Spesifikasi blok desain, terinci.
(5) Implementasi Sistem
meliputi:
a.
Pelatihan dan pendidikan semua pengguna sistem.
b.
Menguji sistem.
c.
Konversi sistem.
d.
Menindaklanjuti sistem. (Burch, Starter, & Grudnitski, 1983, Hal.19).
Ini
diakui secara luas bahwa orang memiliki gelar “Analist Sistem” bertanggung jawab untuk melaksanakan
banyak aktivitas dalam metodologi ini. Pengguna
label itu menggambarkan individual-individual ini dalam manajemen dan
operasi organisasi kepada siapa sistem informasi itu diimplementasikan.
Sedangkan peranan analist dan pengguna sistem adalah penting untuk keberhasilan
perkembangan sistem informasi, kita menganalisis aktivitas utama dari
lingkungan kehidupan ini dari prespektif analist sistem.
c.
Peranan Analist Sistem
Marilah
kita gunakan lagi contoh arsitek dan karya mereka untuk memperoleh suatu
pengertian baik dari lingkaran kehidupan perkembangan sistem dan suatu
prespektif pada karya analist sistem. Analist sistem dan arsitek mengusahakan
menggunakan karya mereka yang disebut “metodologi
perkemba ngan sistem” yang telah diungkapkan di atas.
7.
Jenis
sistem
a. Transaction
Processing Systems (TPS)
Sistem
Informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data
dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan
inventarisasi. TPS merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi
bisa berinteraksi dengan lingkungan external dan pimpinan bisa melihat data yang
dihasilkan oleh TPS secara langsung.
b. Office
Automation System (OAS)
OAS
digunakan untuk mendukung pekerja data. Biasanya tidak menciptakan hal baru
melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan
data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum membagikannya
atau menyebarkannya secara keseluruhan, dengan organisasi dan kadang-kadang
diluar itu. Contoh : Word Processing, Spreadsheets, electronic Schedule, Email,
Video Conference.
c. Knowledge
Work Sistem (KWS)
KWS
digunakan untuk mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, Insinyur,
dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan
mereka keorganisasi atau masyarakat. Contoh : autocad untuk insinyur.
d. Sistem
Informasi Manajemen (SIM)
SIM
adalah sistem informasi yang sudah terkomputerisasi yang bekerja karena adanya
interaksi antara manusia dan computer. SIM mendukung tugas-tugas yang lebih
luas dari TPS termasuk analisa keputusan dan pembuat keputusan. Untuk mengakses
informasi, pengguna SIM membagi basis data, basis data menyimpan data dan model
yang membantu pengguna menginterpretasikan dan menerapkan data-data tersebut.
SIM Menghasilkan output informasi yang digunakan untuk membuat keputusan. SIM
juga dapat membantu menyatukan beberapa informasi bisnis yang sudah
terkomputerisasi.
e. Decision
Support System (DSS)
Memiliki
fungsi untuk mendukung pembuatan keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun
keputusan actual masih merupakan wewenang ekslusif pembuat keputusan. Hampir
sama dengan SIM tradisional karena keduanya sama sama tergantung pada basis
data sebagai sumber data.
f. Expert
System dan Artificial Inteligent
AI
dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua
cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan
menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan
logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk
menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli
(juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan
pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu
organisasi.
g. Expert
System dan Artificial Inteligent
Berbeda
dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan
sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen
dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang
menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa
terstruktur dan anatarmuka pengguna.
h. Group
Decision Support Systems (GDSS)
Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila
kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi terstruktur
dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi.
GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah
dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan
skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung
perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim
melalui komputer yang terhubung dengan jaringan
i. Executive
Support Systems (ESS)
ESS
tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif
mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik
grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti
kantor.
(Furqon,
2010)
8.
Pentingnya
Sistem Informasi bagi Pendidikan
Pentingnya sistem informasi bagi pendidikan adalah
pertama pada tahun 2000-an hampir tidak ada lembaga pendidikan yang tidak
memanfaatkan media masa untuk mengiklankan lembaga pendidikanya apalagi
menjelang tahun ajaran baru. Kedua lembaga
pendidikan tidak bisa lagi dianggap sebagai lembaga sosial semata, karena di
dalam lembaga tersebut ada berbagai kepentingan yang mengharuskan lembaga
tersebut tetap eksis dalam situasi yang penuh persaingan. Ketiga sistem informasi manajemen tidak saja menginformasikan apa
yang terjadi didalam lembaga pendidikan, tetapi juga menyerap informasi dari
lingkungan untuk kepentingan lembaga pendidikan dan masyarakat (Nasikin, 2011).
9.
Tujuan
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Adapun tujuan dari sistem informasi manajemen pendidikan
yang dikemukakan oleh Ety Rohayati menyatakan bahwa “menghasilkan informasi
yang tepat waktu (timely) bagi
manajemen tentang lingkungan eksternal dan operasi internal dan mendorong serta
mempercepat proses pengambilan keputusan baik pada saat perencanaan,
penggerakan, pengorganisasian, dan pengendalian” (Rochaety, 2005: 12).
10. Manfaat Sistem Informasi
Manajemen Pendidikan
Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang
menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan
dengan pelaksaan tugas-tugas organisasi. Beberapa manfaat sistem informasi
manajemen pendidikan antara lain sebagai berikut:
a. Meningkatkan
aksesibilitas data yang tersaji sacara cepat dan akurat bagi para pemakai,
tanpa mengharuskan adanya sistem informasi.
b. Menjamin persediaan kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara
kritis.
c. Mengembangkan
proses perencanaan yang efektif.
d. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan
pendukung sistem informasi.
e. Menetapkan
investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
f. Mengantisipasi
dan memahamami konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g. Memperbaiki
produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h. Organisasi
menggunakan SIM untuk mengolah transaksi-transaksi
mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai
salah satu produk atau pelayanan mereka.
(Taufiq, 2013: 63).
11. Fungsi Sistem Informasi
Manajemen Pendidikan
Ada beberapa persyaratan agar informasi yang dibutuhkan
itu dapat berfungsi, bermanfaat bagi para pengambil keputusan dan pengguna
lainnya, yaitu: uniformity, lengkap, jelas dan tepat waktu.
Fungsi
penting yang dibentuk sistem informasi akuntasi pada sebuah organisasi antara
lain:
a. Mengumpulkan
dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
b. Memproses
data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
c. Melakukan
kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
(Moekijat,
2005: 33).
Dengan demikian jelas bahwa sistem informasi manajemen
yang efektif dapat memperlancar manajemen dalam pencapaian tujuan organisasi. SIM yang efektif yaitu
SIM yang dapat berfungsi dalam proses penngambilan keputusan dan pemecahan
masalah yang lebih baik. Hal tersebut dapat tercapai dengan disediakannya
informasi yang sesuai dengan kebutuhan baik jumlah, kualitas, waktu, maupun biaya, selain biayanya mahal, juga tidak
berguna.
12. Contoh
Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Contoh
aplikasi penggunaan sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah diantaranya
adalah:
a.
E-Education
E-Education
merupakan salah satu pembelajaran on-line yang menggunakan internet untuk
menyampaikan bahan ajar kepada siswa yang dipisahkan oleh waktu atau jarak,
atau keduanya (Dempsey & Eck, 2002). Medium yang digunakan adalah sistem
komunikasi jaringan. E-Education merupakan sistem pendidikan berbasis media
elektronik internet. Contoh dari E-Education adalah E-Library, E-News,
Chatting.
b.
E-Learning
Kegiatan
E-Learing adalah mengunjungi berbagai situs dalam rangka update pengetahuan.
Bagaimana seseorang dapat mencari dan menemukan informasi yang diperlukan dari
sedemikian banyak sumber informasi dengan cara tepat yakni efektif dan efisien
merupakan inti dari E-Learning.
c.
E-Qari
E-Qari
ialah Sistem Pembelajaran Quran Interaktif dimana siswa tidak lagi perlu
menghadiri kelas untuk belajar Al-Quran, walaupun begitu siswa masih dapat
bimbingan dan petunjuk dari guru secara online.
E-Qari merupakan satu kaedah belajar Al-Quran mulai dari mengenal huruf hijaiah (alif, ba, ta) sampai dengan dapat menguasai Al-Quran berdasarkan kaedah Qari.
E-Qari merupakan satu kaedah belajar Al-Quran mulai dari mengenal huruf hijaiah (alif, ba, ta) sampai dengan dapat menguasai Al-Quran berdasarkan kaedah Qari.
d. Virtual gamelan
Virtual
gamelan adalah program yang berisikan komponen-komponen gamelan yang dapat
dimainkan seperti memainkan gamelan asli, program ini menggunakan bantuan
komputer. Permainan gamelan yang biasanya menggunakan alat musik gamelan yang
berbentuk besar dan membutuhkan ruangan luas dapat dipindahkan ke program Flash
Macromedia berukuran 3,5 Megabyte. Program virtual gamelan itu bisa dibawa ke
mana saja dengan menyimpannya dalam kartu memori, seperti di USB flash disc
yang ukurannya sangat kecil. siswa tidak perlu repot membawa seperangkat
gamelan untuk memainkan karawitan.
Program ini dapat menolong siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan mereka membangun kerja sama. Terlebih, program virtual gamelan itu berbasis komputer yang digandrungi para remaja.
Program ini dapat menolong siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan mereka membangun kerja sama. Terlebih, program virtual gamelan itu berbasis komputer yang digandrungi para remaja.
(Mulyanto,
2009)
13. Fasilitas di Internet yang dapat
digunakan untuk pembelajaran adalah:
a.
Pembelajaran synchronous
1.
Tele conference
Pembelajaran
yang dikembangkan melalui internet di mana pembelajar berkumpul pada suatu
tempat dan instruktur berada pada tempat yang terpisah dan komunikasi
dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio.
2.
Netmeeting
Netmeeting
hampir menyerupai tele conference, pembelajar juga dipisahkan oleh tempat, dan
komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio.
3.Chatting
kegiatan
pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas chat-room, di mana instruktur dan
pembelajar terhubung melalui internet pada waktu yang bersamaan, dan komunikasi
dilakukan secara tertulis.
b.
Pembelajaran asynchronous
1.
Email
Pembelajaran
dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan
peserta didik.
2.
Message board
Pembelajaran
dilakukan secara tertulis melalui fasilitas papan pesan.
3. Mailing list
3. Mailing list
Pembelajaran
dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan
peserta didik, dimana seluruhnya tergabung dalam kelompok mailing list.
4.
WWW
adalah
pembelajaran yang dikembangkan melalui berbagai situs yang terdapat di
internet.
(Muhyuzir,
2001)
14. Kendala dalam penyusunan Sistem
Informasi Pendidikan untuk Sekolah
Ada beberapa kendala dalam penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah, diantaranya:
Ada beberapa kendala dalam penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah, diantaranya:
a.
Masih
belum memadainya sarana/prasarana sekolah.
b.
Masih
kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem dan
teknologi informasi.
c.
Belum
adanya aturan yang jelas dari pemerintah.
d.
Etika
dan moralitas masih belum mendapat tempat yang memadai.
e.
Sulitnya
mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa aktif.
(Sidharta,
1995)
15. Manfaat Sistem Informasi untuk
Pendidikan untuk Sekolah
Beberapa
manfaat dari adanya sistem informasi pendidikan di sekolah antara lain:
a.
Keberadaan
teknologi informasi dirasakan sangat perlu dan sangat membantu dalam
pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
b. Dengan adanya sistem
infomasi berbasis komputer juga akan meningkatkan daya saing sekolah juga dapat
meningkatkan pelayanan bagi para peserta didik di lingkungan sekolah
bersangkutan.
c.
Dapat
memberikan contoh langsung salah satu penerapan dan pemanfaatan teknologi
informasi dalam kehidupan sehari-hari.
d. Menyederhanakan dan
mempermudah kegiatan belajar mengajar di sekolah.
5. Mempercepat pelayanan terhadap siswa maupun pihak-pihak yang terkait dengan sekolah.
5. Mempercepat pelayanan terhadap siswa maupun pihak-pihak yang terkait dengan sekolah.
e. Tujuan dari sistem
informasi adalah agar pengelolaan data dan informasi sebuah organisasi dapat
menyeluruh, terintegrasi, terpadu dan menghasilkan informasi cepat dan
akurat.18
f.
Para
siswa yang ingin mendapatkan ilmu tak harus bertatap muka dengan pengajar,
cukup dengan mengakses internet, maka kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan
meskipun tidak 100% menggantikan sistem konvensional. Para siswa dapat
mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan bantuan komputer yang
dilengkapi dengan fasilitas multimedia.
(Tafsir,
2011)
A. Pengertian Project Based Learning
BalasHapusProject Based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang sudah banyak dikembangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, Project Based Learning bermakna sebagai pembelajaran berbasis proyek.
Istilah pembelajaran berbasis proyek ini adalah istilah pembelajaran yang diterjemahkan dari istilah dalam bahasa inggris Project Based Learning (PJBL). Menurut BIE 1999 dalam Trianto (2014: 42) Project Based Learning (PJBL) merupakan model pembelajran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan juga memberikan peluang siswa bekerja secara otonom mengkontruksi belajar emreka sendiri dan juga puncaknya menghasilkan produk karya siswa yang bernilai realistik.
Menurut Buck Institute for Education dalam (Sutirman, 2013: 43)., model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pengajaran sistematis yang melibatkan para siswa dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman nyata dan teliti yang dirancang untuk menghasilkan produk.
Menurut Hosnan (2014:319) Project Based Learning (pembelajaran berbasis proyek) merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan
sebagai media. Project Based Learning merupakan metode belajar yang
menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan
menggabungkan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam
beraktivitas secara nyata.
Beberapa ahli memberikan penjelasan atau definisi yang berbeda
terkait Project Based Learning (pembelajaran berbasis proyek). Adapun
pengertian Project Based Learning (pembelajaran berbasis proyek)
menurut para ahli sebagaimana dikutip oleh Hosnan (2014:320) yaitu
sebagai berikut:
1. Menurut B. Baron (1998), Project Based Learning (pembelajaran
berbasis proyek) adalah pendekatan cara pembelajaran secara
membangun untuk pendalaman pembelajaran dengan pendekatan
berbasis penelitian terhadap permasalahan dan pertanyaan yang
berbobot, nyata, dan sesuai bagi kehidupannya.
2. Menurut Blumenfeld, et al (1991), Project Based Learning adalah
pendekatan komprehensif untuk pengajaran dan pembelajaran yang
dirancang agar siswa melakukan penelitian terhadap permasalahan
nyata.
3. Menurut Jhon Thomas, Project Based Learning (pembelajaran
berbasis proyek) adalah pembelajaran yang memerlukan tugas-tugas
kompleks, didasarkan pada pertanyaan atau masalah menantang,
yang melibatkan siswa dalam mendesain, memecahkan masalah,
membuat keputusan, serta memberi kesempatan kepada siswa untuk
bekerja secara mandiri dalam jangka waktu yang panjang dan
berujung pada hasil karya produk atau presentasi.
4. Menurut Thomas Mergendoller dan Michaelson, Project Based
Learning merupakan metode pengajaran sistematik yang
mengikutsertakan pelajaran ke dalam pembelajaran pengetahuan dan
keahlian yang kompleks, pertanyaan autentik, serta perancangan
produk dan tugas.
Mengacu pada beberapa pengertian tersebut di atas, dapat
dipahami bahwa Project Based Learning (pembelajaran berbasis
proyek) merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai
kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Hosnan, 2014:321).