TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN
INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI





Nama:
NIM:
Fleriyanto Indra K
7772190006
Sriwarningsih
7772190031
Mifa Maulida
7772190044




PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PASCASARJANA
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
                                                 2019    

INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI

A.     Informasi
1.    Data dan Informasi
Perbedaan antara data dan informasi sering menjadi titik awal untuk memahami sistem informasi. Sebagai tambahan, pengetahuan juga diikutkan untuk dibahas, mengingat pada saat ini pemakaian sistem pakar yang berbasiskan pengetahuan telah banyak digunakan. Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai.  Informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian sehingga meningkatkan pengetahuan yang menggunakan data tersebut (MCFadden dkk,1999). Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berati bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang (Davis, 1999). Jadi, hal yang terpenting untuk membedakan informasi dengan data, informasi itu mempunyai kandungan “makna”, data tidak. Pengertian makna disini merupakan hal yang sangat penting karena berdasarkan maknalah si penerima dapat memahami informasi tersebut dan secara lebih jauh dapat menggunakannya untuk menarik suatu kesimpulan atau bahkan mengambil keputusan.

2.    Informasi formal dan informal
Sistem informasi formal didasarkan pada anggapan bahwa dapat mengidentifikasi syarat informasi individual dan dapat menentukan metode yang menghasilkan informasi dari data untuk memenuhi syarat. Contoh informasi informal mencakup syarat legal, legislasi pemerintahan, kontrak gabungan, prosedur akutansi. Cek gaji, faktur, pengembalian tiket, merupakan contoh informasi formal (Mulyati, 2011).

3.    Ciri-ciri informasi
Banyak ciri atau kualitas berhubungan dengan konsep informasi yang membantu dalam mengidentifikasi dan menggambarkan syarat informasi khusus.
Adapun ciri-ciri dari informasi adalah sebagai berikut:
a.    Tepat waktu (timely)
Penerimaan informasi dalam kerangka waktu yang diperlukan oleh penerima
b.    Ketelitian (Precision)
Pengukuran secara rinci digunakan dalam menentukan informasi
c.    Ketepatan (accuracy)
Derajat ketiadaan kesalahan dalam informasi
d.    Mampu memenuhi syarat (Quantifiable)
Kemampuan untuk menyatakan informasi secara numeric
e.    Mampu menguji (Verifiable)
Derajat consensus yang dicapai di antara berbagai pengguna yang menguji informasi yang sama
f.     Dapat memperoleh (Accessible)
Aman dan cepat yang mana informasi dapat diperoleh
g.    Kebebasan dari bias (freedom from Bias)
Ketiadaan maksud untuk mengubah atau memodifikasi informasi untuk mempengaruhi penerima
h.    Komprehensif (Comprehensive)
Kelengkapan informasi
i.      Kelayakan (Appropriateness)
Bagaimana baiknya informasi berhubungan dengan kebutuhan pengguna
j.      Kejelasan (Clarity)
Derajat untuk mana informasi bebas dari kemenduaan
(Mulyati, 2011)

4.    Kualitas Informasi
Faktor Utama Kualitas Informasi :
a.    Relevansi
how is the message used for problem solving (decision masking)?”
b.    Akurasi
1.    Lengkap (completeness)
“Are necessary message items present ?”
2.    Benar (correctness)
“Are message items correct ?”
3.    Aman (secure)
Did the message reach all or only the intended systems users ?“
c.    Tepat Waktu (timelines)
“How quickly is input transformed to correct output?”

Kualitas Informasi
Faktor Lain :
a.    Ekonomis (Economy).
“What level of resources is needed to move information through the problem-solving cycle?”
Seberapa besar sumber daya yang diperlukan untuk mentransformasikan informasi menjadi komponen yang berperan dalam pemecahan suatu masalah.
b.    Efisien (Efficiency).
Informasi akan memiliki kualitas yang baik jika informasi tersebut memiliki efisiensi, yang berarti bahwa informasi tersebut tepat guna bagi pemakainya.
c.    Dapat dipercaya (Reliability).
Berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
(Wahyono, 2013)

5. Siklus Informasi
1. Dasar Data
2. Proses (Model)
3. Output (Informasi)
4. Penerima
5. KeputusanTindakan
6. HasilTindakan
7. Data (Ditangkap)
8. Input (Data)
(Yakub, 2012)

6.    Nilai Informasi
a.    Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan. Hal ini berati bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak diperlukan.
b.    Parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi tersebut, ditentukan dari Manfaat (use atau benefit) dan Biaya (cost).
c.    Suatu informasi dikatakan bernilai bila : Manfaat > biaya
d.    Sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
(Wahyono, 2013)

7.    Karakteristik Data dan Informasi
a.    Tipe Data
Ada bermacam-macam tipe data yang masing-masing tipe data memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tipe data terformat cocok untuk menyimpan informasi seperti tanggal dan jam masuk karyawan (format tanggal dan format jam). Tipe data teks cocok untuk menyatakan data yang panjang semacam biografi singkat seseorang. Tipe data suara dapat digunakan untuk menyatakan bunyi-bunyian. Data video dapat digunakan untuk merekam tentang suatu aktivitas atau kejadian.
b.    Akurasi dan Persisi
Istilah akurasi (accuracy) dan presisi (precise) sering kali tidak dibedakan. Bahkan dalam kamus Oxford, kedua istilah ini dianggap sama. Akurasi menyatakan derajat kebenaran terhadap informasi dan menentukan kehandalan atau reliabilitas informasi.Informasi yang benar-benar bebas dari kesalahan dikatakan sangat akurat. Adapun presisi berkaitan dengan tingkat kerincian suatu informasi. Untuk data bilangan,ukuran akurasi berupa tingkat kesalahan, sedangkan ukuran kepresisian dinyatakan dengan jumlah digit yang signifikan. Pada komputer bilangan real dengan kepresisian tinggi dinyatakan dalam 16 digit. Jika anda menyatakan bilangan dengan kepresisian 18 digit berati ada dua digit yang tidak benar.
c.    Usia dan Rentang Waktu
Karakteristik informasi yang berkaitan dengan waktu adalah uaia informasi (age), ketepatan waktu (timeliness) dan rentang waktu (time horizon). Usia informasi menyatakan lama waktu sejak informasi dihasilkan hingga saat sekarang. Usia informasi mudah diketahui jika informasi yang dihasilkan berdasarkan laporan internal, namun kalau laporan yang dihasilkan oleh pihak eksternal, usia yang pasti ada sulit diketahui. Ada dua aspek yang mempengaruhi usia informasi, yaitu interval dan keterlambatan. Informasi sering kali dihasilkan secara periodik, misalnya menurut skala harian,mingguan,bulanan dan sebagainya, skala ini biasa disebut interval. Adapun keterlambatan (delay) adalah lamanya waktu berlalu setelah akhir interval sampai  informasi tersebut berada ditangan penerima. Ketepatan waktu (timeliness) menyatakan usia data yang sesuai dengan upaya pengambilan keputusan. Artinya informasi tersebut tidak usang/kedaluwarsa ketika sampai ke penerimanya, sehingga masih ada waktu untuk menggunakan informasi tersebut sebagai bahan pengambilan keputusan. Rentang waktu (time horizon) menyatakan selang waktu yang digunakan untuk mencakup data. Dalam hal ini, rentang waktu dapat beroperasi dimasa lalu,masa sekarang atau masa mendatang.
d.    Tingkat keringkasan dan kelengkapan
Kadangkala informasi yang terlalu detail tidak memberikan hasil yang lebih baik, tetapi malah sebaliknya, karena informasi semakin sulit untuk diserap dan dipahami. Istilah informasi overload atau informasi yang berlebihan merupakan istilah yang ditujukan untuk menyatakan adanya informasi yang melimpah ruah dan membingungkan. Pada keadaan seperti ini ada kemungkinan penerima informasi mengabaikan informasi yang formal dan berganti menggunakan petunjuk-petunjuk tak formal dalam pengambilan keputusannya. Akibatnya keputusan sangat beresiko. Oleh karena itu sering kali informasi yang rinci perlu dikemas dalam bentuk yang lebih ringkas berupa ringkasan atau ikhtisar.
e.    Kemudahan Akses
Agar informasi bisa diterima oleh pemakai dengan lancar, kemudahan akses terhadap informasi harus terjamin. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkompenten dengan informasi biasanya dilengkapi dengan komputer pribadi (PC) yang terhubung ke server, yang menyimpan data untuk memudahkan pengaksesan informasi.
f.     Sumber
Sumber informasi dapat bersifat internal atau eksternal. Sumber internal berasal dari perusahaan itu sendiri, dan sumber data eksternal berasal dari lingkungan. Sumber informasi juga bisa bersifat formal dan informal. Sumber data formal diperoleh melalui system informasi,dokumen-dokumen yang dipublikasikan dan hasil pertemuan resmi, sedangkan informal diperoleh karena ada perbincangan tak resmi.
g.    Relevansi dan nilai
Relevansi berati bahwa informasi benar-benar memberikan manfaat bagi pemakainya. Tentu saja relevansi informasi untuk setiap pemakai berbeda-beda. Nilai Informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi lebih bernilai kalau manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya.
h.    Kualitas Informasi
Istilah kualitas informasi (quality of information) terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik. Kualitas informasi sering diukur berdasarkan :
1.    Relevansi
2.    Ketepatan Waktu
3.    Keakurasian.
(Yakub, 2012)

B.   Sistem informasi
1.    Pengertian Sistem
Sistem menurut McLeod yang dikutip (2010:34) dalam bukunya yang berjudul “Management Information System” adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan. Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2010:6) sistem merupakan sekumpulan komponen yang saling berhubungan dan bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan. Bedasarkan kedua pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian sebuah sistem adalah sekumpulan elemen yang terintegasi dan bekerja bersama guna mencapai suatu tujuan tertentu.

2.    Pengertian Informasi
Informasi menurut McLeod (2010:35) merupakan data yang telah diproses atau memiliki arti. Adapun karakteristik penting yang harus dimiliki oleh informasi, seperti: relevansi, akurat , ketepatan waktu, dan kelengkapan.

3.    Pengertian Sistem Informasi
Menurut Laudon (2012:16) sistem informasi adalah komponen-komponen yang saling berkaitan yang bekerja bersama-sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menampilkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengaturan, analisa, dan visualisasi pada sebuah organisasi.
Menurut Whitten, Bentley, dan Ditman (2009:10) sistem informasi adalah pengaturan orang, data, proses, dan informasi (TI) atau teknologi informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan sebagai output informasi yang diperlukan untuk mendukung sebuah intansi atau organisasi. Menurut O’Brien (2010:34) mengatakan bahwa komponen Sistem Informasi terbagi atas beberapa hal, yaitu:
a.    Sumber daya data (sebagai data dan pengetahuan).
b.    Sumber daya Manusia (sebagai pemakai akhir dan ahli SI).
c.    Sumber daya software (sebagai program dan prosedur).
d.    Sumber daya hardware (mesin dan media).
e.    Sumber daya jaringan (sebagai media komunikasi dan dukungan jaringan).
Berdasarkan dari pernyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Sistem informasi merupakan suatu sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti
a.    Perangkat keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer dan printer
b.    Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data
c.    Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki
d.    Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi
e.    Basis data (database) : sekumpulan table ,hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpan data.
f.     Jaringan komputer dan komunikasi data : sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

Sistem informasi manajemen mengandung arti sekumpulan orang, seperangkat pedoman dan pemilihan peralatan pengolahan data, menyimpan, mengolah dan memakai data untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan dengan memberikan informasi kepada manajer agar dapat dimanfaatkan pada waktunya secara efisien (Hadi, 2011).
Pengertian sistem informasi manajemen pendidikan menurut para ahli, sebagai berikut:
a.   Menurut Gordon B. Davis mendifinisikan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi  operasi, manajemen dan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
b.   Menurut Soetedjo Moeljodihardjo mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen yaitu suatu metode yang menghasilkan informasi yang tepat waktu (timely) bagi manajemen tentang lingkungan eksternal dan operasi internal sebuah organisasi, dengan tujuan untuk menunjang pengambilan keputusan dalam rangka memperbaiki perencanaan dan pengendalian (Taufiq, 2013: 58).
Menurut Komarudin, Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem informasi yang memungkinkan pimpinan organisasi mendapatkan informasi dengan kuantitas dan kualitas yang tepat untuk dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan.
a.   Menurut Robert W. Holmes, Sistem Informasi Manajemen dalah sistem yang dirancang untuk menyajikan informasi pilihan yang berorientasi kepada keputusan yang diperlukan oleh manajemen guna merencanakan, mengawasi, dan menilai aktivitas organisasi yang dirancang dalam kerangaka kerja yang menitikberatkan pada perencanaan keuntungan, perencanaan penampilan, dan pengawasan pada semua tahap.
c.   Menurut Raymond McLeod, Jr. mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen yaitu sebuah sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi untuk kebutuhan bagi pemakainya. Menurut Jomes A.F. Stoner, Sistem Informasi Manajemen yaitu metode yang formal yang menyediakan bagi pihak manajemen sebuah informasi yang tepat waktu, dapat dipercaya, untuk mendukung proses pengambilan keputusan bagi perencanaan, pengawasan, dan fungsi operasi sebuah organisasi yang lebih efektif.
Dari definisi di atas maka dapat disimpulkan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan adalah perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi untuk memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali data dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan dalam bidang pendidikan (Rochaety, 2005: 12).
SIM Pendidikan merupakan sistem informasi yang berfungsi untuk mengelola informasi pendidikan. Keterlibatan SIM pendidikan salah satunya adalah uantuk menunjang efisiensi dan efektifitas kegiatan dan layanan pendidikan. SIM pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kelancaran aliran informasi, kontrol kualitas, dan kerjasama dengan pihak lain. Penerapan SIM pendidikan harus seimbang antara infrastruktur teknologi informasi yang tersedia dengan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya organisasi lainnya (Yakub, 2014: 59).

4.    Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali (keamanan). Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
a.    Blok masukan
Mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
b.    Blok model
Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c.    Blok keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.
d.    Blok teknologi
kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetic tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)

e.    Blok basis data
Kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

f.     Blok kendali
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

Ciri utama sistem informasi adalah distribusi dan interaksi basis data. Sistem informasi merupakan kesatuan elemen yang tersebar dan saling berinteraksi yang menciptakan informasi. Proses interaksi tersebut berupa proses data dengan cara pemasukan, pengolahan, integrasi, pengolahan, komputasi atau perhitungan, penyimpanan, serta distribusi data atau informasi.
Perlu dibedakan antara data dan informasi. Data merupakan fakta yang ada dan melekat pada suatu obyek seperti nilai, ukuran, berat, luas, dan sebagainya. Sedangkan informasi merupakan pengetahuan tambahan yang diperoleh setelah dilakukan pemrosesan dari data tersebut. Nilai suatu informasi amat bergantung dari pengetahuan yang dimiliki oleh pengguna.
Dengan kata lain informasi merupakan sekumpulan data yang relevan dan berkaitan (sesuai dengan tingkatan validitas dan reliabilitasnya), yang diolah dan diproses menjadi bentuk yang mudah dipahami, disukai, dan mudah diakses. Pengguna bebas memanfaatkan informasi sebagai pengetahuan, dasar perencanaan, landasan pengambilan keputusan, sampai kepada hal yang sederhana seperti hiburan.

Komponen dan Komunikasi Basis Data :
Data dari hasil pengamatan dan pengukuran. Input data menggunakan terminal komputer interaktif, scanners, maupun data yang sudah ada dari media electronik, magnetik, dan optik.  Penampilan data melalui layar monitor, printer, plotter, dan media penyimpanan seperti media penyimpanan magnetik, elektronik, dan optik.
Data output berupa angka, gambar, tabel, dan tulisan.
Komunikasi Basis Data mempunyai unsur:
1. Brainware (manusia)
2. Data
3. Hardware (perangkat keras komputer berikut kelengkapan pendukungnya)
4. Software (perangkat lunak)

 2) Ciri-Ciri SIstem Informasi antara Lain:
1.  Berorientasi pada kepentingan manajemen organisasi
2.  Perancangan dan operasionalisasinya berdasarkan arahan manajemen
3.  Program SIM terpadu dengan program lain
4.  Menggunakan jaringan dan alur data yang standar
5.  SIM mencakup perencanaan menyeluruh dari organisasi
6.  SIM menggunakan kerangka konsep sub sistem untuk persoalan manajemen
7.  Menggunakan database terpusat dan terpadu
8.  Untuk meningkatkan kualitas SIM, seharusnya didukung oleh sistem komputer

5.    Alat pengolahan dalam sistem informasi
a.    Otak
Otak manusia sangat berperan dalam mengolah rangsangan yang tertangkap oleh indranya. 
Mengolah rangsangan/menginterpretasikan/mempersepsikan akan menghasilkan suatu fakta. Otak manusia memiliki 2 macam memori: memori jangka pendek dan memori jangka panjang.
b.    Manual
Sejak jaman primitive manusia telah menggunakan alat bantu manual (untuk mengolah dan mengingat sesuatu), mulai dari menulis di batu dsb, sampai kemudian ditemukan pena dan kertas, abacus/sempoa, dsb.
c.    Mekanik
Muncul dari kebutuhan untuk membuat sesuatu dengan lebih cepat dan rapi, missal mesin tik, mesin penjumlah mekanik.
d.    Elektrik
Hampir sama dengan mekanik, yang berbeda adalah tenaga penggerakannya menggunakan listrik, missal telegraph.
e.    Elektronik
Pengembangan peralatan elektrik dengan kelebih lebih efesien, efektif. Pengolahan datanya disebut sebagai elektronik data processing. Contohnya computer, IAS, sampai PC dan notebook/laptop, palmtop, PDA, dsb.
(Furqon, 2010)


6.    Perkembangan Sistem Informasi
Pentingnya sistem informasi dan perkembangannya dapat dilihat dalam banyak kecenderungan berbeda selama 10 sampai 20 tahun terakhir ini. Timbulnya dan pertumbuhan perusahaan tercakup dalam perkembangan teknologi informasi sebagian besar jelas. Dalam sebagian besar organisasi lain, pertumbuhan ini dicerminkan oleh pertumbuhan pemrosesan data dan departemen sistem informasi. Meningkatnya sejumlah publikasi, jurnal dan texbooks, dirangkaikan dengan sumbangan pelajaran juga di fakultas dan universitas, menyatakan tambahan kesaksian terhadap pentingnya sistem informasi meningkat.
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa sistem informasi ditelaah sebagai suatu deretan blok bangunan yang menyajikan komponen desain dan permintaan. Dengan menentukan nilai khusus untuk masing-masing blok, kita mampu untuk menganalisis atau mendesain setiap sistem informasi. Bagimana membuat salah satu menentukan nilai khusus ini dalam suatu setting organisasi disebut “Metodologi perkembangan sistem.” Di sini kita mendiskusikan kebutuhan untuk suatu metodologi perkembangan sistem informasi dalam organisasi modem, menentukan suatu telaah untuk penyajian metodologi, dan menguji peranan analist sistem dalam metodologi ini.
a. Suatu Prespektif Projek
Organisasi terdiri dari banyak sumber. Ada sumber yang nyata seperti tanah, mesin, material, alat, orang, dan uang. Ada juga sumber yang tidak nyata seperti merk dagang, paten, hak cipta, proses pabrik, level keterampilan dari suatu kemampuan kerja, dan informasi. Malahan, informasi dan sistem informasi merupakan sumber yang berhubungan dengan organisasi yang dapat dinilai.
Sumber yang nyata dan tidak nyata, keduanya-duanya memiliki nilai dan biaya yang berhubugan satu dengan yang lainnya. Umumnya, apabila kita memperoleh atau mengembangkan sumber, kita lebih suka tidak mengeluarkan biaya lebih besar dari nilai yang kita terima. Untuk menjamin bahwa sumber yang diperoleh atau dikembangkan secara efisien dan secara efektif, banyak organisasi menggunakan suatu konsep projek.
Projek adalah kesatuan logis yang memiliki permulaan dan akhir khusus. Konsep projek merupakan suatu teknik atau alat manajemen yang berguna. Di samping merupakan suatu cara yang efisien dan efektif untuk mengelola perubahan, banyak keuntungan lain bertambah bagi pengguna konsep projek apabila memperoleh, memodifikasi, atau mengembangkan sumber. Konsep projek membolehkan semua biaya dan keuntungan yang berkaitan dengan kemahiran, modifikasi, atau perkembangan suatu sumber untuk diidentifikasi dan digambarkan dalam istilah moneter. Ini membolehkan manajemen untuk menentukan tidak hanya jika projek khusus adalah biaya/efektif, tetapi ia membolehkan mereka untuk membandingkan biaya/ keefektifan dari semua projek yang diusulkan untuk menentukan prioritas yang berkaitan dengan organisasi. Sehingga, konsep projek secara langsung mendukung tanggung jawab manajemen klasikal untuk sumber-sumber langka.
Penggunaan konsep projek yang membolehkan dan menganjurkan berbagai sumber yang berkaitan dengan organisasi yang secara normal atau secara rutin bertanggung jawab terhadap unit administrarif berbeda dalam organisasi. Ini secara khusus benar dalam hal keterampilan personel seperti rekayasa, finansial, teknis, dan manajemen. Selain itu, konsep projek yang membolehkan manajemen membagi lagi aktivitas kompleks ke dalam aktivitas kecil, sederhana, dan rangkap yang dapat direncanakan dan diawasi secara efektif. Kehidupan singkat secara relatif dari suatu projek, seperti dibedakan dengan tujuan organisasi terus-menerus, menentukan tujuan dan sasaran yang dapat dicapai. Sebenarnya, perkembangan dan evaluasi projek dapat digambarkan sebagai suatu tugas penting dari setiap manajemen organisasi. Sedangkan pengunaan konsep projek asli dipopulerkan dalam perkembangan sumber daya yang nyata (yaitu, mengkons- truksi fasilitas baru) ia membuktikan manfaat yang baik dalam perkembangan sumber yang tidak nyata (yaitu, implementasi dari suatu pabrik baru, revisi dari suatu strategi pemasaran, penggabungan dari manfaat menggusur karyawan baru) juga. Perkembangan dan modifikasi sistem informasi membuat penggunaan yang baik konsep projek.
b. Lingkaran Kehidupan Perkembangan Sistem
Seperti setiap sumber lain, suatu sistem informasi harus dikembangkan dan dipertahankan untuk memenuhi syarat dari organisasi yang membantunya. Sebagaimana pabrik harus dimodernisasi, bangunan harus direnovasi, dan kapal harus dilengkapi lagi, juga harus sistem informasi dimodifikasi untuk memenuhi kondisi perubahan secara kontinyu. Contoh sederhana yang banyak tepat bahwa pengaruh yang kuat suatu organisasi dan sistem informasi adalah: Produk baru dikembangkan secara rutin; fasilitas produksi lama ditetapkan dengan fasilitas baru; struktur manajemen baru dan filosofi diperkenalkan secara periodik; pengadaan syarat pemerintahan dirubah dan dipaksakan yang baru; suatu komputer baru; volume penjualan meningkat, dst.nya.
Modifikasi yang dibutuhkan dan diinginkan untuk suatu sistem informasi untuk alasan apapun adalah kontinyu. Di mana modifikasi ini minor dianggap sebagai biaya hidup dan untuk sistem dan secara rutin tergabung dalam aktivitas organisasi dari hari ke hari. Bagaimanapun, modifikasi atau peningkatan baru terhadap pengeluaran besar membutuhkan sistem dari waktu, usaha, dan uang sering ditelaah sebagai suatu projek.
Suatu lingkaran kehidupan projek lima-fase diadaptasi untuk suatu perkembangan sistem informasi adalah sebagai berikut:
(1) Analisis Sistem meliputi:
a. Definisi masalah/kebu- tuhan pengguna
b. Skop sistem
c. Mengumpulkan fakta- fakta studi sistem
d. Menganalisis fakta- fakta studi
(2) Desain Sistem Umum meliputi:
a. Desain luas dari blok desain
b. Penyajian berbagai alternatif desain untuk pertimbangan pengguna
(3) Evaluasi dan Justifikasi Sistem meliputi:
a. Pengaruh yang kuat karyawan
b: Analisis biaya/keefektivan untuk menentukan alternatif desain sistem dengan keaktivan besar/ rasio ' biaya.
(4) Desain Sistem Rinci meliputi:
a. Spesifikasi blok desain, terinci.
(5) Implementasi Sistem meliputi:
a. Pelatihan dan pendidikan semua pengguna sistem.
b. Menguji sistem.
c. Konversi sistem.
d. Menindaklanjuti sistem. (Burch, Starter, & Grudnitski, 1983, Hal.19).
Ini diakui secara luas bahwa orang memiliki gelar “Analist Sistem” bertanggung jawab untuk melaksanakan banyak aktivitas dalam metodologi ini. Pengguna label itu menggambarkan individual-individual ini dalam manajemen dan operasi organisasi kepada siapa sistem informasi itu diimplementasikan. Sedangkan peranan analist dan pengguna sistem adalah penting untuk keberhasilan perkembangan sistem informasi, kita menganalisis aktivitas utama dari lingkungan kehidupan ini dari prespektif analist sistem.
c. Peranan Analist Sistem
Marilah kita gunakan lagi contoh arsitek dan karya mereka untuk memperoleh suatu pengertian baik dari lingkaran kehidupan perkembangan sistem dan suatu prespektif pada karya analist sistem. Analist sistem dan arsitek mengusahakan menggunakan karya mereka yang disebut “metodologi perkemba ngan sistem” yang telah diungkapkan di atas.

7.    Jenis sistem
a.    Transaction Processing Systems (TPS)
Sistem Informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan external dan pimpinan bisa melihat data yang dihasilkan oleh TPS secara langsung.
b.    Office Automation System (OAS)
OAS digunakan untuk mendukung pekerja data. Biasanya tidak menciptakan hal baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum membagikannya atau menyebarkannya secara keseluruhan, dengan organisasi dan kadang-kadang diluar itu. Contoh : Word Processing, Spreadsheets, electronic Schedule, Email, Video Conference.
c.    Knowledge Work Sistem (KWS)
KWS digunakan untuk mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, Insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka keorganisasi atau masyarakat. Contoh : autocad untuk insinyur.
d.    Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM adalah sistem informasi yang sudah terkomputerisasi yang bekerja karena adanya interaksi antara manusia dan computer. SIM mendukung tugas-tugas yang lebih luas dari TPS termasuk analisa keputusan dan pembuat keputusan. Untuk mengakses informasi, pengguna SIM membagi basis data, basis data menyimpan data dan model yang membantu pengguna menginterpretasikan dan menerapkan data-data tersebut. SIM Menghasilkan output informasi yang digunakan untuk membuat keputusan. SIM juga dapat membantu menyatukan beberapa informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi.
e.    Decision Support System (DSS)
Memiliki fungsi untuk mendukung pembuatan keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan actual masih merupakan wewenang ekslusif pembuat keputusan. Hampir sama dengan SIM tradisional karena keduanya sama sama tergantung pada basis data sebagai sumber data.
f.     Expert System dan Artificial Inteligent
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi.
g.    Expert System dan Artificial Inteligent
Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
h.    Group Decision Support Systems (GDSS)
Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan
i.      Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
(Furqon, 2010)
8.    Pentingnya Sistem Informasi bagi Pendidikan
Pentingnya sistem informasi bagi pendidikan adalah pertama pada tahun 2000-an hampir tidak ada lembaga pendidikan yang tidak memanfaatkan media masa untuk mengiklankan lembaga pendidikanya apalagi menjelang tahun ajaran baru. Kedua lembaga pendidikan tidak bisa lagi dianggap sebagai lembaga sosial semata, karena di dalam lembaga tersebut ada berbagai kepentingan yang mengharuskan lembaga tersebut tetap eksis dalam situasi yang penuh persaingan. Ketiga sistem informasi manajemen tidak saja menginformasikan apa yang terjadi didalam lembaga pendidikan, tetapi juga menyerap informasi dari lingkungan untuk kepentingan lembaga pendidikan dan masyarakat (Nasikin, 2011).

9.    Tujuan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Adapun tujuan dari sistem informasi manajemen pendidikan yang dikemukakan oleh Ety Rohayati menyatakan bahwa “menghasilkan informasi yang tepat waktu (timely) bagi manajemen tentang lingkungan eksternal dan operasi internal dan mendorong serta mempercepat proses pengambilan keputusan baik pada saat perencanaan, penggerakan, pengorganisasian, dan pengendalian” (Rochaety, 2005: 12).

10. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksaan tugas-tugas organisasi. Beberapa manfaat sistem informasi manajemen pendidikan antara lain sebagai berikut:
a.    Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji sacara cepat dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya sistem informasi.
b.    Menjamin      persediaan    kualitas          dan     keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c.    Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

d.    Mengidentifikasi      kebutuhan-kebutuhan       akan   keterampilan pendukung sistem informasi.
e.    Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
f.     Mengantisipasi dan memahamami konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g.    Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h.    Organisasi menggunakan SIM untuk mengolah transaksi-transaksi
mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
(Taufiq, 2013: 63).

11. Fungsi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Ada beberapa persyaratan agar informasi yang dibutuhkan itu dapat berfungsi, bermanfaat bagi para pengambil keputusan dan pengguna lainnya, yaitu: uniformity, lengkap, jelas dan tepat waktu.
Fungsi penting yang dibentuk sistem informasi akuntasi pada sebuah organisasi antara lain:
a.    Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
b.    Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
c.    Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
(Moekijat, 2005: 33).
Dengan demikian jelas bahwa sistem informasi manajemen yang efektif dapat memperlancar manajemen dalam pencapaian tujuan organisasi. SIM yang efektif yaitu SIM yang dapat berfungsi dalam proses penngambilan keputusan dan pemecahan masalah yang lebih baik. Hal tersebut dapat tercapai dengan disediakannya informasi yang sesuai dengan kebutuhan baik jumlah, kualitas, waktu, maupun biaya, selain biayanya mahal, juga tidak berguna.

12. Contoh Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Contoh aplikasi penggunaan sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah diantaranya adalah:
a.    E-Education
E-Education merupakan salah satu pembelajaran on-line yang menggunakan internet untuk menyampaikan bahan ajar kepada siswa yang dipisahkan oleh waktu atau jarak, atau keduanya (Dempsey & Eck, 2002). Medium yang digunakan adalah sistem komunikasi jaringan. E-Education merupakan sistem pendidikan berbasis media elektronik internet. Contoh dari E-Education adalah E-Library, E-News, Chatting.
b.    E-Learning
Kegiatan E-Learing adalah mengunjungi berbagai situs dalam rangka update pengetahuan. Bagaimana seseorang dapat mencari dan menemukan informasi yang diperlukan dari sedemikian banyak sumber informasi dengan cara tepat yakni efektif dan efisien merupakan inti dari E-Learning.
c.    E-Qari
E-Qari ialah Sistem Pembelajaran Quran Interaktif dimana siswa tidak lagi perlu menghadiri kelas untuk belajar Al-Quran, walaupun begitu siswa masih dapat bimbingan dan petunjuk dari guru secara online.
E-Qari merupakan satu kaedah belajar Al-Quran mulai dari mengenal huruf hijaiah (alif, ba, ta) sampai dengan dapat menguasai Al-Quran berdasarkan kaedah Qari.
     d. Virtual gamelan
Virtual gamelan adalah program yang berisikan komponen-komponen gamelan yang dapat dimainkan seperti memainkan gamelan asli, program ini menggunakan bantuan komputer. Permainan gamelan yang biasanya menggunakan alat musik gamelan yang berbentuk besar dan membutuhkan ruangan luas dapat dipindahkan ke program Flash Macromedia berukuran 3,5 Megabyte. Program virtual gamelan itu bisa dibawa ke mana saja dengan menyimpannya dalam kartu memori, seperti di USB flash disc yang ukurannya sangat kecil. siswa tidak perlu repot membawa seperangkat gamelan untuk memainkan karawitan.
Program ini dapat menolong siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan mereka membangun kerja sama. Terlebih, program virtual gamelan itu berbasis komputer yang digandrungi para remaja.
(Mulyanto, 2009)

13. Fasilitas di Internet yang dapat digunakan untuk pembelajaran adalah:
a. Pembelajaran synchronous
1. Tele conference
Pembelajaran yang dikembangkan melalui internet di mana pembelajar berkumpul pada suatu tempat dan instruktur berada pada tempat yang terpisah dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio.
2. Netmeeting
Netmeeting hampir menyerupai tele conference, pembelajar juga dipisahkan oleh tempat, dan komunikasi dilangsungkan melalui internet dengan menggunakan kamera dan audio.
3.Chatting
kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas chat-room, di mana instruktur dan pembelajar terhubung melalui internet pada waktu yang bersamaan, dan komunikasi dilakukan secara tertulis.

b. Pembelajaran asynchronous
1. Email
Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan peserta didik.
2. Message board
Pembelajaran dilakukan secara tertulis melalui fasilitas papan pesan.
3. Mailing list
Pembelajaran dilakukan melalui surat menyurat (elektronik/internet) antara pendidik dengan peserta didik, dimana seluruhnya tergabung dalam kelompok mailing list.
4.  WWW
adalah pembelajaran yang dikembangkan melalui berbagai situs yang terdapat di internet.
(Muhyuzir, 2001)

14. Kendala dalam penyusunan Sistem Informasi Pendidikan untuk Sekolah
Ada beberapa kendala dalam penyusunan Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah, diantaranya:
a.     Masih belum memadainya sarana/prasarana sekolah.
b.     Masih kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem dan teknologi informasi.
c.      Belum adanya aturan yang jelas dari pemerintah.
d.     Etika dan moralitas masih belum mendapat tempat yang memadai.
e.     Sulitnya mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa aktif.
(Sidharta, 1995)

15. Manfaat Sistem Informasi untuk Pendidikan untuk Sekolah
Beberapa manfaat dari adanya sistem informasi pendidikan di sekolah antara lain:
a.   Keberadaan teknologi informasi dirasakan sangat perlu dan sangat membantu dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
b.  Dengan adanya sistem infomasi berbasis komputer juga akan meningkatkan daya saing sekolah juga dapat meningkatkan pelayanan bagi para peserta didik di lingkungan sekolah bersangkutan.
c.   Dapat memberikan contoh langsung salah satu penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.
d.  Menyederhanakan dan mempermudah kegiatan belajar mengajar di sekolah.
5. Mempercepat pelayanan terhadap siswa maupun pihak-pihak yang terkait dengan sekolah.
e.  Tujuan dari sistem informasi adalah agar pengelolaan data dan informasi sebuah organisasi dapat menyeluruh, terintegrasi, terpadu dan menghasilkan informasi  cepat dan akurat.18
f.   Para siswa yang ingin mendapatkan ilmu tak harus bertatap muka dengan pengajar, cukup dengan mengakses internet, maka kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan meskipun tidak 100% menggantikan sistem konvensional. Para siswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan bantuan komputer yang dilengkapi dengan fasilitas multimedia.
(Tafsir, 2011)

Komentar

  1. A. Pengertian Project Based Learning
    Project Based Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang sudah banyak dikembangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, Project Based Learning bermakna sebagai pembelajaran berbasis proyek.
    Istilah pembelajaran berbasis proyek ini adalah istilah pembelajaran yang diterjemahkan dari istilah dalam bahasa inggris Project Based Learning (PJBL). Menurut BIE 1999 dalam Trianto (2014: 42) Project Based Learning (PJBL) merupakan model pembelajran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan juga memberikan peluang siswa bekerja secara otonom mengkontruksi belajar emreka sendiri dan juga puncaknya menghasilkan produk karya siswa yang bernilai realistik.
    Menurut Buck Institute for Education dalam (Sutirman, 2013: 43)., model pembelajaran Project Based Learning adalah suatu metode pengajaran sistematis yang melibatkan para siswa dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan melalui proses yang terstruktur, pengalaman nyata dan teliti yang dirancang untuk menghasilkan produk.
    Menurut Hosnan (2014:319) Project Based Learning (pembelajaran berbasis proyek) merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan
    sebagai media. Project Based Learning merupakan metode belajar yang
    menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan
    menggabungkan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam
    beraktivitas secara nyata.
    Beberapa ahli memberikan penjelasan atau definisi yang berbeda
    terkait Project Based Learning (pembelajaran berbasis proyek). Adapun
    pengertian Project Based Learning (pembelajaran berbasis proyek)
    menurut para ahli sebagaimana dikutip oleh Hosnan (2014:320) yaitu
    sebagai berikut:
    1. Menurut B. Baron (1998), Project Based Learning (pembelajaran
    berbasis proyek) adalah pendekatan cara pembelajaran secara
    membangun untuk pendalaman pembelajaran dengan pendekatan
    berbasis penelitian terhadap permasalahan dan pertanyaan yang
    berbobot, nyata, dan sesuai bagi kehidupannya.
    2. Menurut Blumenfeld, et al (1991), Project Based Learning adalah
    pendekatan komprehensif untuk pengajaran dan pembelajaran yang
    dirancang agar siswa melakukan penelitian terhadap permasalahan
    nyata.
    3. Menurut Jhon Thomas, Project Based Learning (pembelajaran
    berbasis proyek) adalah pembelajaran yang memerlukan tugas-tugas
    kompleks, didasarkan pada pertanyaan atau masalah menantang,
    yang melibatkan siswa dalam mendesain, memecahkan masalah,
    membuat keputusan, serta memberi kesempatan kepada siswa untuk
    bekerja secara mandiri dalam jangka waktu yang panjang dan
    berujung pada hasil karya produk atau presentasi.
    4. Menurut Thomas Mergendoller dan Michaelson, Project Based
    Learning merupakan metode pengajaran sistematik yang
    mengikutsertakan pelajaran ke dalam pembelajaran pengetahuan dan
    keahlian yang kompleks, pertanyaan autentik, serta perancangan
    produk dan tugas.
    Mengacu pada beberapa pengertian tersebut di atas, dapat
    dipahami bahwa Project Based Learning (pembelajaran berbasis
    proyek) merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan
    proyek/kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai
    kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Hosnan, 2014:321).

    BalasHapus

Posting Komentar